.::Salam Hangat Satu Jiwa Untuk Semua::.
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2014

"Cintaku jauh di pulau" oleh Chairil Anwar

Chairil Anwar pujangga kelahiran medan, 26 juli 1922. Tidak berhenti membuatku terhipnotis dengan karyanya, dalam susanan kata dan makna seakan berbicara dengan bahasa kalbu. Tidak banyak karyanya yang aku ketahui, tapi berapa karya yang mungkin saat ini senasib dan mewakili perasaanku. Untuk mu yang jauh dari pandanganku. Kiranya puisi dari pujangga ini mewakili bahasa kalbu ku. 

Tahun: 1946 oleh Chairil Anwar dengan judul: "Cintaku jauh di pulau"

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

Jumat, 22 Juni 2012

Bingung.....

basah air membasahi bumi
bunga nan indah mulai bersemi
hidup bukannya tak berarti
setahun ibarat sehari
tuhan mendengar hati kami
penuh rekayasa dan obsesi
tanpa perbuatan yang tak berarati
setan perlahan merajai
jaring laba-laba hitam menyelimuti
permintaan sulit di ijabahi
seperti orang yang kencing berdiri
malu yang tidak bisa dimaklumi
serakah membawa mati
maut datang tak pandang hari
mesti tuhan selalu memeperingati
berharap hidup berkali kali
ingat kehidupan di akhirat nanti

oleh: Ahmad Lubaid

Emak...



mencari ilmu haruslah berguru
terlupa akan penyakitku yang kambuh
hati ini sangat terharu 
ketika mendengar do'a mu ibu 

tanah merah sedikit berdebu 
benteng tua elok nan jauh 
tak tau kenapa hati ku rindu 
teringat pelukan mu ibu 

sore ini ku mencari buku 
buku ku beli untuk mencatat ilmu 
ternyata virus rindu menyapaku 
merindu akan usapan mu ibu 

belajar sendiri tanpa malu 
tak ingin aku menjadi seorang babu
meski sekarang kita tak betemu 
ku masih teringat nasehatmu ibu 

mencari ilmu haruslah berguru
terlupa akan penyakitku yang kambuh
hati ini sangat terharu 
ketika mendengar do'a mu ibu 


oleh: Ahmaad Lubaid

Maafkan Aku yang Terlambat dan Tersesat

Jika kelak mata ini tak bisa melihat
Ku cium dahi yang penuh keringat
Biasa mendekap ku dengan rasa hangat
Tapi peduli matahari mulai menyengat
Ku marahi ketika kau terlamabat
Tak peduli kau sedang tersendat
Tak peduli orang memandang mu tanpa martabat
Yang ku tahu dari mu hanyalah semangat
Ku takut ku tak bisa melihat
Terbungkus kain putih yang tak bersyarat
Di gotong dengan keranda keramat
Meski hati teras berat
Ku kirim sebuah doa'a untuk mu sang mayat 

Dengan harapan kita bisa ketemu lagi di akhirat 



oleh: Ahmad Lubaid

Kamis, 21 Juni 2012

Hei Kau ....

Jika malam tak lagi bersahabat
Bulan tak lagi nampak bulat
Dedaunan terus terserang ulat
Sebelum dunia memanggil kiamat
Sedikit terasa nikmat
Nikmat yang bemanfaat
Syukur sebagai tanda taat
Seharusnya kita harus berkhitmat
Kepada yang menciptakan alam jagat
Tak harus taat dengan memberi hormat
Menggunakan salah satu tangan yang diangkat
Dengan mendirikan sholat mendahulukan syahadat
Berdampingan haji puasa dan zakat
Sebelum hari berkarat
Nikmat tersendat
Seorang kyai menjadi bangsat
Dengan para pengikut yang tersesat
Dengan mengakafirkan muslimin dan muslimat
Seharusnya engaku mengaca shobat
Berharap jangan menjadi sampah masyarakat
Agar tentram dunia dan akhirat
InsyaALLAH ...

oleh: Ahmad Lubaid

Sabtu, 17 Maret 2012

WARNA ITU



Masih teringat betul celoteh-Nya
Syair lembut bernuansa Religius tekadang menyapa kesendirian
Tak tahu makna yang pasti hanya terus menyapa, menyapa, dan menyapa
Lantunan melodi yang elok dan indah

Biarkan... biarkan... biarkan...
Ku ingin celoteh itu melindungiku
Debu perlahan menghias tubuh
Lantunan itu masih tetap ku dengar

Ku teriakkan suara yang kasar
Hutan seakan mendengar
Bumi seakan bergetar
Langit sebagai pengantar
Meski hati merasa tak sabar

Ada iblis yang menyulam jaring laba-laba hitam
Terhias racun mengelilinginya
Kenangan ungu tersusun rapi di harddisk ku
Tinta hitam menyelimuti prosesor  ku

Masih terdegar... terdengar... dan terdengar
Masih tersusun... terhias... dan terselimuti

Cinta sebuah embun yang masih setia menemani
Engkau adalah salah satu alasan mengapa dunia ku berwarna
Dan mungkin warna yang tak awawarna 



ahmad lubaid 
Pensil69.blogspot.com


Kamis, 23 Februari 2012

pantun cinta 3


jamu dibeli dengan uang saku
uang saku di kasih sama mamaku
kata mu cinta pada ku
tapi jangan selingkuh

ada anak takut sama yuyu
yuyu di pukul sama kayu
i say: i need you
i say: i miss you

mancing udang pake cemiti
cemiti beli sam bu ani
aduh kayaknya lagi jatuh hati
jatuh hati samu syahrini


oleh: ahmad lubaid

Rabu, 22 Februari 2012

Pantun Cinta 2


si miku main layang-layang
layangan di ambil di atas bangku
daku mau tanya sayang
seberapa besar cintamu padaku ??

motong rumput rumputnya ilalang
rumput ilalang di tempat gus dur
daku cuma mau bilang
sayang kok belum tidur

si lubaid main rebana
main rebana di rumah bu erna
aku ingin mencitai dengan sederhana
tapi dengan cara yang sempurna


oleh: ahmad lubaid

Selasa, 21 Februari 2012

Pantun Cinta 1

Ada semut takut sama marmut
si marmut masuk ke peti mati
tidak masalah cintah mu sebesar semut 
yang penting dari hati ke hati 


si daut beli ikan di rumah ita 
ibu ita pergi beli buku
meskipun laut memisahkan cinta kita
klo cinta tetep terukir di hati aku 


irma tinggalnya di kos
di kos makannya kepiting 
becouse
you're my everything




oleh: ahmad lubaid

Sabtu, 24 Desember 2011

Terima Kasih Ibu


Suatu Ketika....
Seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia, menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan. "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku kedunia, tapi bagaimana cara saya hidup disana. saya begitu kecil dan Lemah." 
Kata si Bayi.

Tuhan Menjawab : "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu. "Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia." Demikian kata si Bayi.

Tuhan pun menjawab : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.


Si Bayi pun bertanya kembali. "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?"

Sekali lagi Tuhan menjawab: "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo'a"

Si Bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi. "Saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?"

Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab : "Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwa raganya sekalipun"

Si Bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya. "Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi"

Dan Tuhan pun menjawab : "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu sangat tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar sang Bayi.
Dengan suara yang lirih dia bertanya. "Tuhan.............. Jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat dirumahku nantinya?"

Tuhan pun menjawab : "Kamu dapat memanggil malaikatmu..... Ibu ………………..

Kenanglah Ibu yang menyayangimu, Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi...... Ingatlah engkau, ketika Ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu. Ingatkah engkau ketika jemari Ibu mengusap lembut kepalamu?.... dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata Ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah Ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf pada Ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu. Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan dimasa yang akan datang. Ketika Ibumu telah tiada ……......Tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah……... tanda bahagia. Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya. Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya. Kembalilah segera...... peluklah Ibu yang selalu menyayangimu...... Ciumlah Kaki Ibu yang selalu merindukan dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya. Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya…………......





di ambil dari DAN JAGJIT'S

Jumat, 09 Desember 2011

Terima Kasih Ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..... Akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari. Tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah" Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT... kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Ayah tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.......................

Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia.... Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, lalu menangis? Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan yang sangat kucintai itu telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Ayah telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Di ambil dari blog JAGJIJ WORDS

"Pesan Seorang Ibu Terhadap Menantunya "


Wahai Menantuq...

Aku hanyalah seorang ibu...

Yang berbicara atas nama diriku sendiri...

Dgn melihat putriku sebagai istrimu & engkau sbg menantuku...


Bila engkau membaca pesan ini...

Semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu mu..

Yg telah mengandung & melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu..


Wahai menantuq...

Engkau imam Dunia akhirat untuk putriq...

Bukankah engkau juga akan membawa'y hingga ke baka & memberi'y satu tiket ke surga...??


Wahai menantuq...

Bila ada kelemahan dari istrimu & seribu lagi keburukan yg dilakukan'y..

Akibat kelemahan & juga krn kekurangan puteriq..

Itu menjadi tugasmu utk mendidik'y sekarang & bukan lagi tugasq...


Wahai Menantuq....

Bukan kah... diajarkan kepadamu oleh Nabi..

Bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istri'y basah..

Walau hanya serupa tetesan embun dini hari...

Bukankah engkau sbg suami'y jg hrs melindungi'y dgn rasa Tentram & Aman.

Maka berikanlah keteduhan bagi jiwa'y...

Engkau suami yg dipilih Allah SWT utk putriq..

Bersabarlah t'hadap istrimu & tetaplah bersikap lemah lembut pada'y...

Bukankah engkau menikahi'y atas nama Allah SWT...

Maka sayangi & peliharalah istrimu dgn jalan Allah ...


Wahai menantuq...

Sebagian besar penghuni neraka adlh perempuan & itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya...

Maka selamatkanlah istrimu dari dosa yg lebih besar....

Bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka & mjaga jalan surga utk bisa di lalui oleh Mereka yg harus kau bawa serta. & pertanyaan itu ditujukan padamu bukan padaku


Wahai menantuku...

Engkau di ijinkan menghukum istrimu sewajar'y namun janganlah mengenai wajahnya & jangan pula menyentuh tubuh'y hingga meninggalkan jejak luka...

Janganlah menghardik'y dgn kata-kata kasar & umpatan yg merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sbb ia itu pakaianmu.


Wahai menantuq..

Aku titipkan putriku padamu...

Buatlah dia trsenyum menuju surga atas tiket darimu...

Amiiiin3x....




Saya ambil dari catatan salah satu teman di facebook yang bernama Imamatul Maghfiroh