.::Salam Hangat Satu Jiwa Untuk Semua::.

Kamis, 27 Juni 2013

Rumusan Gagal dan Sukses

Terlalu lama gw gan terlena di negeri seribu benteng ini, terlena akan budaya santainya, keseksian kehidupannya, hiruk pikuk kota, dan laia-lain semuanya.Semua terasa begitu nyaman gan untuk anak seumuran gw yang masih ingin bebas berfikir dan berkarya. Tapi gw yakin gan perasaan itu klo kita biarin alhasil kurang memuaskan untuk khidupan kita kedepannya. 

Cerita gw kali ini gan, mengenai kegagalan gw selama di kota ini, jelasnya bukan untuk ditiru gan hehe... semoga aja bisa di jadiin pembelajaran gan. Tahun pertama gw datang di negeri ini, 31 oktober 2009 dengan membawa cita-cita gw setinggi langit dan gw berharap bisa jadi kebanggan orang tua gw kelak. Semester pertama gw hanya lulus beberapa pelajaran, dengan pikiran gw bakal balasnya di semester genapnya. dan tepat sabtu sore, 22 Mei 2010 beberapa minggu sebelum ujian gw ngalami kecelakaan. sebagian dari badan gw terkena luka bakar gan. Dan lebih lengkap dengan ketidaklulusan gw di semester genap itu. (#yang ini udah derita gw gan.. )

Tahun selanjutnya tidak jauh beda dari tahun pertama. hanya saja untuk semester genap bisa gw komplitin, dan hanya ninggal 1 modul, ini masih bisa gw terima dan masih berharap untuk tahun depan. Tapi, namanya juga mahasiswa yang belom pernah ngerasain naik kelas selama SMA, jelasnya gw nge down dong. Apalagi gw lihat temen-temen gw yang udah lancar baca tulisan keriting (Arab). lengakap sudah kemindiran gw. Tapi lama kelamaan udah mulai berasa bisa daengan ke gagalan gw. yang ini janga di contoh gan. Dan gw berani taroan klo orang minder dan gagal itu kagak enak. 

Tapi bukan kegagalan gw gan yang bakal gw bagi buat kalian. Setiap manusia pasti pernah ngerasain kegagalan contoh nyatanya adalah gw sendiri. Tapi gw nggak tau kenapa, kegagalan itu nggak berasarang begitu lama di otak gw dan ngagak terlalu berlarut-larut di gw. Dan yang jelas menurut gw, hasil dari perjuang kita sebagai pemanis, sedang yang berasa nikmat adalah kita bisa merasakan perjuangan gan . (#berasa heroik.. )

akhirnya gw bisa rumusin seperti ini gan:
Gagal => Bangkit => Belajar dari kegagalan => Gagal => Bangkit => Belajar dari kegagalan => Analisis + Spekulasi => Sukses => Beratahan 
Dari pengalaman gw dan analisis gw, gw bisa nyimpulin seperti ini. dari kegagalan, kita harus cepat bangkit, belajar dari kegagalan, dan ternyata kita masih gagal, kita bangkit lagi, belajar dari kegagalan, di tambah pake insting, analisis, spekulasi yang tepat, sehingga kita bisa sukses dan bertahan. Eehhmm... yang nggak percaya juga nggak papa, tentunya rumus ini kudu beriringan dengan do'a dan selalu mengingat kepada Maha Pemberi dan Maha Segalanya gan.

Rumusan ini mungkin biasa gan, tapi gw yakin bisa ngejalanin semua dengan rumusan ini. Selain itu dampak kegagalan klo nggak diatasi dengan cara tepat dan pas bisa berdampak pada psikologi, dan tindakan yang menurut gw konyol untuk di lakuin, misalnya bunuh diri, melampiaskan ke minuman-minuman keras, dan lai-lain. 

Bagi agan-agan yang mulai ngerasa gejala ini sebaiknya nggak usah dibikin tegang atau serius, nikmati semua kegalannya dulu gan baru nanti kita bakal ngerasaan suskses. dan usahakan untuk menghjibur diri sendiri. 

oke gan ini dulu yang bisa gw tulis sore ini semoga bisa bermanfaat

Rabu, 26 Juni 2013

4 Point, untuk Membangun Sejarah

Selamat sore gan... lama juga perjalanan gw di kota sebelah, aturannya gw dapat pelajaran dari beberapa hari perjalanan gw gan. hahah ... emang dasarnya males kali gan makanya nggak banyak yang gw serap. Kamis 20 Maret 2013, posisi tepat berasa di kota Fez. sengaja hari itu gw pilih untuk gw ceritain disini.

Kamis, seperti hari biasanya gan nggak ada perubahan yang segnifikan tetang hari itu. Tepatnya hari itu gw ngehadiri acara yang di selenggarakan KBRI di Universitas al-Akhawayn, Fez. Salah satu universitas yang elit dan termahal di Maroko ini. AAjjiibbbb... masuk aja gan, gw kudu tunggu orang orang KBRI yang ngejemput, ketat juga untuk masuk ke universaitas ini gan. 

Yang nggak gw sangka, gw bisa langsung ketemu sama Emha Ainun Najib (Cak Nun) salaman dan langsung keperbincangan ringan seputar bangsaku yang dilanda berbagai krisis. "Setidaknya manusia harus memiliki 4 ini; Militer, Muhasabah/Perhitungan, Motorik, Tekhnologi" kurang lebih intinya seperti itulah gan hasil perbincangan ringan kita.

Oke gan bakal gw jelasin menurut apa yang telah gw pahami dari 4 yang di atas:
Yang pertama adalah Militeritas, sikap tegas nggak plin-plan, disiplin waktu, dll. Itu yang gw lihat dari militeritas sendiri, tapi untuk sikap yang ini, kita anjurkan buat penarapan kepada diri sendiri tentunya. Setidaknya kita mempunyai jadwal harian atau hal wajib yang harus kita lakukan setiap hari, olahraga, baca buku atau hal positif contohnya. Dan klo sikap ini udah bisa kita jalanin gan tentunya akan menimbulakan aura positif ke oranga di sekitar kita.

Yang kedua, Muhasabah/Perhitungan. Untuk yang kedua ini gan gw bisa bilang perpaduan antara analisis dan spekulasi, maksudnya gan kita harus mengira-ngira dan memperhitungankan bagaimana efek kegiatan kita kedepannya. jadi sebelum kegiatan kita merugikan kita atau orang lain, kita punya beberapa rencana cadangan yang yang mungkin bisa memperkecil efek dari muhasabah kita. hheemm.. (#udah kayak bisnis gan.)

Ketiga, Penggunaan Sensor Motorik gan. jadi yang gw paham dari perbincangan ini, hanya kekreatifan dan serba bisa. Heemm... yang ini gw juga bingung mau jelasinnya kayak gmana. karena seseorang dituntut pada jaman ini untuk seba bisa melakukan semuanya dari, masak, jadi kuli, bikin warung, bikin mainan, atau bikin-bikin yang lain. Dan menurut gw ini adalah cara kasar kita untuk beratahan hidup.

Terakhir gan. Informatika. banyak dari kita gan yang udah mahir yang ini karena menjadi tauntutan di tahun 2013. Norak kayaknya klo kita nggak menguasai IT, klo kita nggak tau kita udah kayak mahluk primitf, jamanya Darwin dengan teori revolusinya, atau masuk lagi ke jamannya pithecanthropus robustus

selain 4 poin yang udah gw sebutin, ada yang sedikit menarik dari obrolan gw dengan cak Nun. Krisis yang paling gencar untuk saat ini, Bangsa Indonesia lebih cepat terpengaruh budaya luar. sedikit-dikit ngiblat ke luar, dari kecanggihan informatika, gaya hidup, moral, pemikiran, dan lai-lain. Sedangkan untuk untuk hal di atas nenek moyang kita jauh memiliki semuanya. dan kita berpotensi untuk itu semua, di dukung dengan kekayaan alam yang berlimpah, hheemm... (#bisa gitu ya... )

Gw sebagai penurus bangsa gan. Turut merasakan kegalauan nenek moyang gw saat ini, klo jaman gw aja kayak gini gmana jaman anak kita gan, setidaknya gw belajar dari sejarah nenek mmoyang kita. Karena Bangsaku Indonesia punya sejarah dan gw yakin aka perputar sejarah yang semakin baik. inchaallah.

oke gan sedikit itu aja yang gw shere dari hasil pertemuan gw denag cak Cun. hahahh... klo pengen lebih jelasnya bisa langsung tanya ke cak Nun. Semoga bisa bermanfaat buat kita gan.

Selasa, 18 Juni 2013

Cacat, Hanya Sebelah Mata?

"Gmana ya rasanya jadi orang cacat?" enak-enak lagi duduk di cafe gan. nggak tau ada orang ngasih lembaran dan bulpen. Gw nggak tau maksudnya apaan, tanpa banyak bacot ambil kertas yang di bagiin sama meraka dan gw baca. Dan ternyata, lembaran ini tentang orang cacat. Yang intinya, "sebagai bentuk kepudulian anda terhadap kami. Dengan membeli bulpen tanpa ada batasan harga".

Yang terbesit untuk beberapa saat itu adalah bagaimana klo gw dalam posisi mereka. Tak hanya itu aja gan. Dengan kondisi meraka yang seperti itu, "bagaimana meraka mempertahankan hidupnya yang menurut akal kita sulit untuk melakukannya?". Tapi itulah hidup gan, banyak di antara kita kurang bersyukur termasuk gw. Yang saat ini masih bisa ngejalanin hidup dengan noramal. Say "Thank's ya robb.." 

Mereka yang menderita cacat aja gan, bisa berjuang untuk hidup. Masak iya gw dan agan-agan yang sampai sekarang masih hidup normal nggak bisa ngejalaninnya. Ironisnya meraka yang masih memiliki kekuatan untuk bekerja dan umur yang relatif muda, mencari pekerjaan seperti halnya mereka yang kurang normal (cacat) dengan berpura-pura sakit terus meminta-minta. (#gw beraharap, gw nggak ngelakuin itu.

Gw acungin jempol lima buat cara mereka untuk bertahan hidup, mesikpun dengan meberikan beberapa lembaran, yang menurut kita nggak ada gunanya. Tapi sebenernya itu sangat berguna dan dari situlah harapan meraka untuk hidup. Toh... klo kita membeli barang yang mereka tawarkan seenggaknya bisa membatu perekonomian meraka. 

Masih banyak cerita yang mungkin bisa kita ambil hikma di sekeliling kita. tinggal kesensitifan kita aja gan membaca situasi. Sedikit saran buat acara televisi di indonesia saat ini. Semakin banyaknya berita yang menyebar dan bergejolak di Indonesia, yang menurut gw, semua warga negara indonesia berhak untuk mengetahuinya termasuk mereka. Sdangkal pengelihatan gw, meraka yang menderita cacat (Tuna Rungu dan Wicara) di kesampingkan karena ketrbatasannya, dan tak perlu untuk tahu untuk hal tersebut. Mungkin dengan memberikan reporter atau pembawa acara yang di khususkan dengan menggunakann bahasa mereka mungkin bisa membantu untuk mendapatkan HAK dan perekonomian meraka juga.

Sehingga mereka yang menderita cacat (Tuna Rungu dan Wicara) bisa mengetahui kabar tentang bangsanya, dan tidak merasa dikesampingkan dengan keterbatasannya. Semoga tulisan ini bisa kita ambil manfaatnya gan.

Tanda baca dan Attitude

"Belajaro teko tanda baca "titik, koma, spasi, dll" ben ngerti awakmu aturane urip. Ben onok intonasine urip mu iku."
Masih dengan suasana galau gan. yang ini status gw di FB tanggal 24 May 2013. Gw sengaja nulis ini dengan bahasa yang radak kasar. Nggak tau kenapa gw punya pikiran klo status gw yang ini bakal nyinggung orang banyak. haha.. (#termasuk gw juga gan). Sebenernya tulisan itu banyak maksud gan.

Gw mulai dari "Tanda Titik" untuk tanda baca yang satu ini. maksudnya berhenti. Menurut gw tanda ini bisa kita terapkan dalam etika sehari-hari. misal, loe punya sahabat, temen akrab, pacar, atau TTM atau kroni-kroni yang sejenisnya. berarti nggak semua sahabat, kudu ngerti semua kegiatan loe atau yang lain. Loe juga kudu ngeharagai privasi yang mungkin nggak perlu kamu ketahui. dan dalam proses ini kita harus batasan antar kita dan yang kita ajak bicara gan. kayak loe sama utadz atau sama orang tua loe gan.

Selanjutnya adalah "Tanda Koma" gan. Yang ini maksudnya kita ada jeddah untuk melanjutkan bacaan kita. Yang ini menurut gw penjelasannya lumayan ribet gan karena kita sendiri yang harus memaknai. oke gw kasih contoh. misalnya agan udah lulus SMA, dan terus agan bingung mau ngelanjutin kuliah atau kerja. Nah proses ini lah yang mungkin bisa ibaratkan sebagai tanda koma.

"Tanda Spasi" yang ini gw cuma ngasih penjelasan klo antara loe dan yang lain mempunya jarak dan yang membuat kita mengerti makna kata demi kata. heemmm ... simple banget kayaknya gan (#ngejalanin emang nggak semudah bacot gw gan)

Tanda baca yang lain adalah "Tanda Seru". eehhhmmm yang ini. mungkin kita harus sedikit senstif untuk mengambil maknanya gan karena tanda ini sendiri sedikit  berursan dengam hati. Bener-bener harus memilah antara ajakan yang abaik sama ajakan yang menurt hati kita kuirang pass..

hheemmm.. (#sok tau banget gw ye gan... ) sebernernya kita masih banyak lagi tanda baca yang mungkin bisa kita lihat makna tersiarat yang mungkin bisa kita jadkan sebagai pedoman. haha.. bayangin aja gan klo kita baca novel atau koran nggak ada tanda bacanya. Tentunya intonasi yang kita denger lurus aja nggak ada tanda koma, titik, seru, tanya, dan kroni-kroninya.

Begitu juga hidup kita gan kata orang jawa "wong urip iku kudu duwe ungah ungguh" (orang hidup itu harus punya tata krama) kurang lebih begitulah gan. Jadi gan orang yang punya aturan main itu bernilai mahal. Percaya gan bukan maksud gw ngeguruin loe pade, cuma ngingetin aja, barangkali lupa. dan gw yakin agan2 lebih mengerti dan memahami masalah attitude di negeri kita ini. bukan hal yang mudah untuk menjalankanya sendiri. hehehehe.....